Pencarian

Memuat...

Rabu, 23 November 2011

Mengenal Sejarah Candi Klero di salatiga

Melestarikan Cagar Budaya Candi klero kecamatan Tengaran kab semarang, Salatiga
Tepatnya di Jl. Raya Solo-Semarang km 12, setelah melewati jembatan berangka besi. Papan petunjuk itu mencantumkan nama sebuah candi bernama Tengaran / Klero. Ya, lokasi kami pada saat itu ada di desa Klero, Kec. Tengaran, Kab. Semarang, Jawa Tengah.

Candi Klero. Letak Candi Klero hanya sekitar 50 meter dari Jl. Raya Solo-Semarang. Dengan posisi candi yang berada di tengah desa, wajar saja kalau candinya sepi. Halaman Candi Klero sendiri sudah ditata dengan apik Sekeliling candi dikitari oleh pepohonan yang menjulang tinggi. Tak jauh dari candi, terdapat pemakaman desa. Apabila di halaman ini disertakan tempat duduk, makin cocoklah jadi tempat wisata. Kotak-kotak disekeliling candi. Mbah Lumpang Kentheng.

Bentuk Candi Klero kurang lebih menyerupai Candi Sambisari. Walau tanpa pagar candi. Bagian luar bilik utama dikelilingi oleh kotak-kotak. Aku menduga dahulu kala kotak tersebut merupakan tempat menancapkan kayu. Untuk menjadi semacam pagar mungkin. Bilik utama menghadap ke arah barat, dan di dalamnya terdapat sebuah yoni tanpa lingga.

Di dekat lingga ada bekas dupa, Yang biasa dipakai sebagai media ritual untuk ngarah berkah. (mitos kepercayaan sebagian masyarakat )
Yang menarik adalah di dekat pintu masuk halaman candi terdapat sebuah lumpang dan alu. Keduanya terbuat dari batu andesit.
Menurut sumber di Internet, warga menyebut batu itu sebagai Mbah Lumpang Kentheng. Cukup menarik, mengingat baru sekali ini aku menjumpai ada alat pertanian ditemukan berdampingan dengan sebuah candi. Seperti biasa, setelah mengisi buku tamu, berbasa-basi sebentar dengan penjaga candi, dan memotret ala kadarnya,

kami pun beranjak pergi untuk meneruskan perjalanan. Sebuah peninggalan masa lampau tersembunyi tak jauh dari hiruk-pikuk jalan raya yang tak pernah tidur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar